Behel Gigi Implan Gigi Veneer

Usaha Tindakan Pencegahan untuk Gigi Kehitaman pada Balita

Usaha Tindakan Pencegahan untuk Gigi Kehitaman pada Balita – Terkadang para ibu jarang menyadari adanya kerusakan pada gigi balitanya hingga kerusakan tersebut berlanjut pada tahap perkembangan gigi permanen.

Istilah untuk kerusakan pada gigi anak terutama balita adalah Early Chilhood Caries atau disebut juga rampan karies.

Pada banyak kasus, penyebab utama dari karies (gigi kehitaman) pada anak adalah mengonsumsi susu dengan botol pada malam hari anak tertidur dan susu yang menggenang tidak dibersihkan.

Dampak dari kebiasaan ini akan menyebabkan kerusakan parah pada gigi susu yang baru berkembang.

Usaha Tindakan Pencegahan untuk Gigi Kehitaman pada Balita

Apa dampak serius pada kasus ini?

Pada penelitian di US anak usia 3-5 tahun yang mengalami Early Chilhood Caries (ECC) 90% beresiko tinggi mengalami infeksi caries dan kerusakan yang berlanjut pada gigi permanennya.

Bagaimana perjalanan awal terjadinya penyakit caries pada anak?

Proses Early Childhood Caries (ECC) pada anak sejak awal dapat ditularkan dari ibu. Ibu dengan penyakit gigi yang tidak dirawat menunjukkan resiko menular yang lebih tinggi kepada anak.

Ibu dengan resiko caries sedang/tinggi dapat menyebarkan bakteri streptococcus mutans  kepada anak dibawah usia 3 tahun.

Bagaimana sih gejala awal terbentuknya caries gigi pada anak?

Pada anak usia 2,3 dan 4 tahun akan tampak caries pada gigi susu depan atas, gigi susu taring bawah dan gigi susu geraham belakang atas dan bawah.

Gambaran umum caries pada anak pada tahapan awal akan terlihat spot putih seperti kapur yang apabila tidak dicegah akan menjadi kecoklatan/kehitaman pada permukaan gigi susu.

Pada tahap yang sudah parah gigi akan rapuh dan patah dan permukaan gigi menjadi tidak utuh lagi.

Baca Juga : Kenapa sih Gigi Perlu dicabut dengan Pembedahan? – Drg. Permata Dydha 

Biasanya hal seperti ini terjadi pada anak dengan kebiasaan menyusui atau minum susu botol sebelum tidur dan pada saat tertidur sisa susu tidak dibersihkan akan menyebabkan sisa susu dengan kandungan gula akan meggenang disekitar gigi terutama gigi depan atas dan geraham belakang atas dan bawah.

Untuk gigi depan bawah biasanya akan terlindungi oleh lidah sehingga gigi depan bwah jarang terlibat caries. Cairan yang mengandung gula (karbohidrat) ini akan menyediakan medium yang baik untuk perkembangan bakteri.

Aliran air ludah cenderung menurun pada saat tidur sehingga proses pembersihan rongga mulut melambat. Selain itu, faktor nutrisi, bentuk dari anatomi gigi dan laju alir saliva juga mempengaruhi perkembangan Early Childhood Caries (ECC).

Usaha Tindakan Pencegahan untuk Gigi Kehitaman pada Balita

Bagaimana cara mengatasi resiko caries gigi pada balita/anak?

Metode Preventive untuk mencegah Early Childhood Caries (ECC) menrut AAPD :

1.Mengurangi/jauhi kebiasaan mengkonsumsi makanan yang berbentuk liquid/solid yang mengandung kadar gula tinggi seperti : jus, soft drink, the manis pada baby bottle.

2. Menggunakan susu botol setelah usia 12-18 bulan.

3. Mengimplementasikan cara menjaga kebersihan mulut yang baik pada anak tanpa harus menunggu gigi susu pertama erupsi. Misalnya saja seperti :

  • Gunakan kasa untuk membersihkan gusi atau lidah anak setelah minum susu.
  • Angkat bibir, dan cek white spot atau sesuatu yang tidak seharusnya setiap bulannya.
  • Bersihkan gusi dan lidah anak setiap hari.
  • Jangan menggunakan pasta gigi sampai anak bisa meludah sendiri.
  • Kunjungan anak kedokter gigi pada tahun pertama kelahiran.
  • Edukasi dan pastikan anak menyikat gigi dengan bantuan orang tua 2 kali sehari menggunakan sikat gigi dengan bulu halus dengan ukuran kepala sikat yang disesuaikan dengan umur anak.
  • Pada anak dengan usia <3 tahun, ukuran pasta gigi fluoride adalah sebesar ukuran 1 butir nasi.
  • Pada anak usia 3-6 tahun fluoride yang digunakan adalah seukuran biji kacang.

4. Mengunjungi professional / dentist untuk mengaplikasikan varnish fluoride untuk anak yang beresiko ECC.

Baca Juga :

Wow Nggak Nyangka! Beginilah Alat Tempur Dokter Gigi – Drg. Octavianur Gabriella

Leave A Comment