Behel Gigi Veneer

Mengenal Sejarah Penemuan Bleaching Untuk Memutihkan Gigi

Beberapa orang ada yang berpendapat, bahwasanya putih itu identik dengan sesuatu yang baik atau bagus. Salah satunya gigi yang putih. Oleh karena itu, banyak orang yang mulai memanfaatkan perawatan gigi estetik, seperti bleaching, yang biasa digunakan untuk memutihkan gigi.

Nah, dibalik kepopuleran bleaching pada saat ini, tentu ada berbagai percobaan dan penemuan yang telah dilakukan orang-orang terdahulu untuk menyukseskan bleaching sampai sekarang. Sehingga benar-benar bisa digunakan dengan aman untuk memutihkan gigi.

Bleaching yang sampai sekarang masih jadi pilihan untuk memutihkan gigi secara cepat, tepat, dan aman.

Dalam jurnal yang ditulis pada tahun 2005 oleh Endang Suprastiwi, dikatakan bahwa pemutihan gigi sudah mulai populer sejak abad ke-19. Berawal pada tahun 1850 pemutihan gigi non vital telah dilakukan dengan menggunakan bahan klorida kapur. Bleaching pada gigi non-vital di sini maksudnya, pemutihan gigi yang dilakukan pada gigi yang mati atau mengalami cedera. Biasanya gigi seperti itu berubah warna, karena adanya pendarahan pada pulpa. Sebelum memutihkan gigi pada gigi non vital, harus dilakukan perawatan saluran akar terlebih dahulu.

Sedangkan pada tahun 1877 Chappel mengganti bahan bleaching dengan asam oksalat, dan pada tahun 1884 Harlan mencoba dengan bahan hidrogen peroksida. Tahun 1895, Garreton menggunakan sodium hipoklorit sementara Pierson dengan panas dan hidrogen peroksida.  Keduanya pun dinyatakan berhasil untuk memutihkan gigi.

Sampai pada pertengahan abad ke-19, memutihkan gigi mulai dilakukan secara in office untuk gigi vital maupun non-vital. Tahun 1968 seorang ortodontis berasal dari Arkansas bernama Kusmier mengaplikasikan Gly-oxide TM pada mouthguard untuk meredakan bengkak pada gusi pasien, ternyata Gly-oxide TM yang mengandung karbamid peroksida 10% juga mampu memutihkan gigi pasien.

Munro juga menemukan bahwa pasien yang discaling dan rootplaning dengan karbamid peroksida juga terjadi pemutihan gigi. Setelah itu hasil temuannya menjadi pemutih gigi komersial pertama. Sampai produk tersebut juga diproduksi untuk dipakai sendiri di rumah. Karena popularitasnya meningkat, di pasaran juga banyak terjual produk dengan variasi yang berbeda. Pada saat ini bahan yang paling digunakan pada untuk melakukan bleaching adalah hidrogen peroksida dan karbamid peroksida.

Itulah sekilas sejarah dental bleaching yang sampai sekarang masih jadi pilihan untuk memutihkan gigi secara cepat, tepat, dan aman. Tentu saja kita harus melakukan pemutihan gigi di klinik gigi yang sudah terjamin kualitasnya, seperti di FDC Dental Clinic.

Jangan lupa juga untuk memutihkan gigi dan konsultasikan kesehatan gigimu di FDC Dental Clinic, karena‚Ķ.. konsultasinya gratis lho! Untuk info lebih lanjut, sila klik di sini.

Baca Juga : Perlukah Rontgen Gigi Sebelum Melakukan Pemasangan Behel?

Baca Juga : Bolehkah Memutihkan Gigi Crown Dengan Dental Bleaching

Referensi :

http://www.klikdokter.com/rubrik/read/2860315/a-z-bleaching

Suprastiwi, Endang. (2005).  Penggunaan Karbamid Peroksida Sebagai Bahan Pemutih Gigi. Indonesian Journal Of Dentistry, 12(3), 140

(jdentistry.ui.ac.id/index.php/JDI/article/download/880/783)

Leave A Comment