Behel Gigi Implan Gigi Veneer

Inilah Masalah yang Sering Terjadi pada Gusi

Inilah Masalah yang Sering Terjadi pada Gusi – Saat resesi gingiva sering menjadi masalah, pada umumnya penderita mengeluh giginya terlihat lebih panjang.

Hal ini terjadi karena posisi marginal gingiva menjauhi cemento enamel junction (CEJ), sehingga permukaan akar yang semula tertutup menjadi terbuka. Insidensi resesi gingiva semakin meningkat seiring dengan bertambahnya usia (Chrysanthakopoulos, 2010).

Masalah yang sering dikeluhkan penderita akibat resesi gingiva adalah masalah estetis, terutama jika resesi terjadi pada gigi anterior atas. Selain itu, resesi gingiva juga dapat menyebabkan hipersensitivitas dentin akibat terbukanya permukaan akar yang semula tertutup oleh gingiva.

Permukaan akar yang terbuka juga memudahkan terjadinya erosi maupun abrasi pada sementum maupun dentin akibat lingkungan rongga mulut maupun akibat aktivitas menyikat gigi.

Kondisi ini cenderung menimbulkan rasa sakit (ngilu) jika terkena rangsangan terutama akibat perubahan suhu. Selain itu, permukaan akar yang terbuka menyebabkan gigi rentan terhadap karies servikal (Bartold, 2006).

Inilah Masalah yang Sering Terjadi pada Gusi
Resesi Gusi

Apa ya Penyebab Resesi Gingiva?

Menurut Amran (2011), resesi gingiva secara fisiologis dapat terjadi akibat pergerakan gigi secara ortodontik, baik ke arah lingual maupun labial, yang cenderung mengakibatkan terjadinya dehiscence.

Bertambahnya umur juga menjadi salah satu penyebab timbulnya resesi gingiva secara fisiologis. Sedangkan resesi gingiva secara patologis antara lain dapat terjadi karena peradangan gingiva akibat status kebersihan mulut yang buruk.

Sehingga terjadi akumulasi plak dan kalkulus, trauma oklusi, trauma sikat gigi, merokok, mengkonsumsi alkohol, tepi restorasi yang tidak baik, faktor hormonal, serta akibat prosedur operasi periodontal (jaringan penyangga gigi).

Inilah Masalah yang Sering Terjadi pada Gusi
Resesi Gingiva

Baca Juga: Kebiasaan Buruk yang Tidak Disengaja Dapat Menyebabkan Gigi Berantakan – Drg. Rossi Nastiti

Bagaimana Cara Perawatan Resesi Gingiva?

Berbagai masalah dapat timbul akibat resesi gingiva, namun yang paling sering dikeluhkan penderita adalah masalah estetik dan rasa ngiliu yang disebabkan oleh hipersensitivitas dentin.

Oleh karena itu, umumnya perawatan yang dilakukan bertujuan memperbaiki estetik dan menghilangkan keluhan hipersensitivitas dentin. Saygun dkk. (2005) menyatakan bahwa rencana perawatan sangat terkait dengan etiologi :

  • Resesi gingiva terjadi akibat gigi malposisi, maka perawatan yang tepat adalah kombinasi antara perawatan periodontal dan ortodonti.
  • Peradangan gusi karena akumulasi plak dan kalkulus pada permukaan gigi yang mengakibatkan resesi gingiva. Pada kondisi seperti ini, perawatan yang tepat adalah scaling dan root planing terlebih dahulu sebelum dilakukan perawatan lebih lanjut.
  • Kesalahan menyikat gigi ditandai oleh abrasi pada labial area dekat CEJ, kondisi seperti ini umumnya tanpa disertai peradangan. Oleh karena itu, penderita disarankan merubah cara menyikat gigi dan mengganti sikat giginya dengan sikat gigi yang memiliki bulu halus.

Resesi gingiva dapat dirawat secara bedah maupun non bedah. Tujuan kedua macam perawatan tersebut adalah menghilangkan keluhan penderita, baik secara estetik, fungsi maupun bila ada keluhan rasa sakitnya.

Perawatan non bedah untuk mengatasi masalah estetis dapat dilakukan dengan memberi tumpatan sewarna dengan gingiva pada area akar yang terbuka maupun memberi gingiva tiruan yang diaplikasikan pada area resesi (Krismariono, 2009).

Perawatan resesi gingiva secara bedah meliputi berbagai teknik bedah, antara lain: coronally positioned flap, laterally positioned flap, semilunar coronally positioned flap, modified semilunar coronally positioned flap, free gingival graft, connective tissue graft.

Bahan graft yang digunakan dapat berasal dari individu yang sama maupun diperoleh dari tissue bank yang telah tersedia (Sedon dkk., 2005).

Baca Juga :

Gigi Ngilu Sangat Menyiksa? Berikut Cara Praktis Menghilangkannya – Drg. Dean Sena

Kenapa sih Gigi Perlu dicabut dengan Pembedahan? – Drg. Permata Dydha Putri

Sumber Referensi :

  • Amran AG, Ataa MAS., 2011, Statistical analysis of the prevalence, severity and some possible etiologic factors of gingival recessions among the adult population of Thamar city, Yemen. RSBO; 8(3): 305-13.
  • Bartold PM., 2006, Dentinal hypersensitivity: a review,Australian Dent J; 51(3): 212-8.
  • Chrysanthakopoulos NA, 2010, Occurrence, extension and severity of the gingival recession in a Greek adult population sample,J Periodontol Implant Dent; 2(1): 37-42.
  • Krismariono A., 2009, Artificial gingiva as alternative treatment for gingival recession. Periodontic J; 1(1): 1-12.
  • Saygun I, Karacay S, Ozdemir A, Sagdic D., 2005, Multidisciplinary treatment approach for the localized gingival recession: A case report. Turk J Med Sci; (35): 57-63.
  • Sedon CL, Breault LG, Covington LL, Bishop BG., 2005, The subephitelial connective tissue graft: Part I. Patient selection and surgical techniques. J Contemp Dent Pract; 6 (1): 146-62.

Leave A Comment