Behel Gigi Implan Gigi Tambal Gigi Veneer

Hari Gini Masih Bau Mulut? Yuk Cari Tahu Penyebabnya

Pernah ngga sih ketika kamu lagi asik ngobrol dengan temanmu, lalu temanmu terlihat mundur perlahan sambil sedikit menutup mulutnya karena nafas kamu ngga segar? Atau malah kamu yang punya teman dengan bau mulut tidak sedap?

Hari Gini Masih Bau Mulut? Yuk Cari Tahu Penyebabnya
Bau Mulut Membuat Tak Percaya Diri

Halitosis, atau biasa kita sebut bau mulut, merupakan salah satu keluhan yang paling banyak dialami pasien. Istilah halitosis sendiri berasal dari Bahasa Latin, “Halitus” berarti napas dan “Osis” berarti abnormal. Penyebab halitosis dapat berasal dari rongga mulut dan diluar rongga mulut.

Dalam rongga mulut, bau mulut biasanya disebabkan karena kebersihan mulut yang buruk, gingivitis, periodontitis, soket gigi yang terinfeksi, sisa darah post bedah, sisa makanan yang melekat pada gigi, mulut kering, dan tongue coating.

Penyebab halitosis yang berasal dari luar mulut antara lain sinusitis kronik, faringitis, laringitis, tonsilitis dan tonsiloliths. Selain itu, penggunaan obat-obatan seperti kloral hidrat, isorbid dinitrat, dimetil sulfoksida, dilsulfiram, bahan sitotoksik, paraldehid, dan triamteren serta penyakit sistemik seperti diabetes melitus, gagal organ hepar atau renal, dan gangguan metabolik trimetilamin juga berperan dalam timbulnya halitosis.

Wah, ternyata banyak sekali ya yang bisa bikin kamu bau mulut! Tapi tenang aja, cara mengatasi kondisi tersebut juga banyak lho!

Baca Juga: Inilah Masalah yang Sering Terjadi pada Gusi – Drg. Intan Kumaladewi  

Untuk mengatasi halitosis, dapat dilakukan kontrol terhadap kebersihan mulut, kesehatan jaringan lunak dan keras rongga mulut. Upaya menghilangkan faktor lokal dapat dilakukan secara :

Mekanis

Mekanis yaitu dengan cara penyikatan lidah dan gigi dua kali sehari, dan juga rutin membersihkan karang gigi ke dokter gigi 6 bulan sekali. Pembersihan gigi dan mulut secara mekanis bertujuan untuk mengurangi jumlah kuman dalam mulut kamu, sehingga pembentukkan lubang gigi dihambat, kadar halitosis menjadi rendah dan risiko penyakit sistemik dapat berkurang.

Kimiawi

Kimiawi yaitu melalui penggunaan obat kumur, pasta gigi, permen karet.

Sistemik

Sistemik yaitu melakukan kontrol terhadap diet kita sehari hari.

Kalau kamu punya masalah dengan bau mulut atau punya masalah kesehatan gigi lainnya, bisa langsung konsultasikan ke dokter gigi agar masalah gigi anak bisa langsung tertangani dengan segera. Kamu bisa konsultasikan gigi kamu ke FDC Dental Clinic  juga lhoo !!!

Informasi Konsultasi & Reservasi :
☎ 021-8660 1509 (08.00 – 17.00)
.
? WhatsApp :

Baca Juga:

Mengenal Lebih Jauh Tentang Perawatan Veneer – Drg. Cindy Lestari

Usaha Tindakan Pencegahan untuk Gigi Kehitaman pada Balita – Drg. Avika Intan

Sumber Referensi:

  • Burton JP, Chilcott CN, Tagg JR. The rationale and potential for the reduction of oral malodour using Streptococcus salivarius probiotics. Oral Dis 2005;11(Suppl. 1):29-31.
  • Powers W. The science of smell part 4: Principles of odor control. 2004. Available at: www.extension.iastate.edu/Publications/PM196 3D.pdf. Accessed 23 Juli 2007.
  • Yaegaki K, Coil JM. Examination, classification and treatment of halitosis; clinical perspectives. J Can Dent Assoc 2000;66(5):257-61.

Leave A Comment